Kali ini aku bakal nyampein pikiranku tentang "Perilaku Formal". Yep,
sebuah perilaku yang banyak banget orang yang terpengaruh buat
ngejalaninnya.
Kalau kata sebuah website yang gatau siapa yang bikin, dan ga penting
juga buat tau. Formal itu berarti resmi. Ada juga yang bilang, formal
itu sesuai dengan adat-adat yang berlaku. Tapi yang jadi ganjelan dihati
ini adalah,"Buat apa sih kita harus bertindak formal ?"
Bosen banget loh kalau kita berkutat di sebuah lingkungan yang terlalu
formal. Bayangin aja, semua macem udah ada skenarionya. Percakapan yang
terjadi itu penuh dengan kedataran yang makin memperbosan suasana.
Apalagi kata-kata yang digunain. Bah, ribet banget.
Contoh yang aku alamin di masa kuliah ini misalnya di sebuah Presentasi
dari sebuah kelompok yang lagi sial ditugasin buat maju oleh dosen yang
sebenernya males ngajar namun menutupinya dengan ucapan modus "Biar
kalian belajar aktif". Fak.-_- "We have no power here.."
Yang ngebosenin saat ini dari sebuah presentasi formal ala mahasiswa
misalnya "Cerita yang dimasukin seutuhnya ke layar". Kadang ga habis
pikir, dapet cara darimana masukin sebuah cerita panjang ke sebuah layar
presentasi yang lazimnya cuma bisa menampung beberapa kata. Bener kata
dosen PPKn (Namanya bukan PPKn sih, tapi apa gitu. Bodo amat, isinya
sama aja) barusan,"It's powerPOINT. Not powerSENTENCE." yep,
Poin. Bukan cerita. Selain itu, yang makin ngebosenin adalah pemilihan
kata yang digunakan. Parah abis, sering banget di tengah presentasi itu
terjadi percakapan :
Pembicara : "Implementasinya sangat sulit.."
Aku : "Sob, Implementasi apaan ?"
Sebelah : "Umm, itu gimana ya. Kayak penerapan gitu lah."
Pembicara : "Menurut permen nomer.."
Aku : "Permen kok diturutin sih ? Bego ya dia ?"
Sebelah : "Peraturan Menteri -_-"
Apa sih sebenernya enaknya pake kata-kata yang ga lazim macem gitu ?
Daripada ngomong Implementasi, kenapa nggak ngomong "Penerapan". Itu
lebih simpel dan lebih merasuk dihati. Kapan negeri ini bisa maju, kalau
hal-hal yang sebenernya mudah aja dipersulit kayak gini ? Emang sih
kata Implementasi berkesan Shopisticated, Amazing, dan Luxury banget.
Tapi sejak Vicky Prasetyo muncul, denger kayak gitu tuh jadi kebayang
wajahnya dan cara ngomongnya yang memicu anak TK aisyiah demonstrasi
teatrikal longmarch dan bakar ban.
Selain itu, banyak juga perilaku sehari-hari orang kebanyakan yang datar
banget. Misalnya cara turun tangga. Dulu waktu SD, turun tangga itu
sesuatu yang menyenangkan karena kita bisa seluncuran di pegangan
tangga. Dulu rame-rame banyak temennya yang ngelakuin itu. Itu asik
banget. Beranjak SMP, hanya beberapa orang pilihan yang melakukannya.
SMA, karena tangganya nggak ada pegangannya, jdi gapernah. Dan kuliah
ini, cuma aku sendiri.. sedih.
Orang-orang lebih milih jalan di tangga biasa. Padahal kata iklan susu
orang tua, dengkul tuh dapet beban 10x beban tubuh kalau lagi nurunin
tangga. Bayangin kalau bobotmu 100kg, tuh dengkul nerima 1 ton.
Ancur-ancur deh. Apa asiknya coba, turun tangga datar bgt rasanya.
Mikirin masalah-masalah, galau, capek. Mending seluncuran di pegangan
tangga, sejenak ngelupain masalah, sejenak menyenangkan otak kita.
Sekali lagi, formal itu mempersulit hal yang sebenernya mudah dan
menyenangkan.
Ada juga masalah Hujan-Hujanan. Kebanyakan orang itu menghindari yang
namanya "Kehujanan". Apalagi yang namanya kubangan air. Entah kenapa
semua pada ngehindarin hal ini. Apa sih yang ditakutin ? Sepatu basah ?
Celana basah ? Pikirin lagi deh, itu ga ada apa-apanya dibanding kamu
nyiptain sebuah cipratan spektakuler dengan ngebut menerjang kubangan
itu. Buat apa kamu ngelawan alam disaat kamu bisa bersenang-senang
dengannya..
Sering sih, kalau ada hujan badai. Aku sama adik yang ga kalah begonya
ini keluar rumah boncengan pake motor buat berburu genangan air. Disaat
hujan lebat, orang-orang pada pengen dirumah aja, kita keluar buat liat
pemandangan yang ga bisa dilihat kalau suasana cerah. Ngelewatin
genangan yang bikin knalpot kelelep, ngeliatin pohon-pohon yang tumbang
dijalan, berusaha bikin cipratan yang spektakuler. Dan orang-orang lebih
milih tidur di rumah dibanding ngalamin semua ini ? Itu bego.
Mungkin banyak yang menganggap, perilaku total formal ini sebagai syarat
untuk seseorang menjadi Dewasa. Menurutku, itu nggak lebih dari sebuah
gengsi. Kita seperti diarahkan perlahan untuk bersifat kaku seperti ini,
full of gengsi, dan mengedepankan apa persepsi orang lain
terhadap diri kita. Sadar nggak sih efeknya apaan ? Bayangin deh, gimana
bedanya sifat kreatifitas dan keingintahuan kita sekarang dibanding
waktu TK ? Yep, perilaku formal ini perlahan mengikis kreatifitas dan
keingintahuan kita. Kalau kamu berpikir kalau kamu masih kreatif, maka
seharusnya kamu bisa lebih kreatif dari itu seandainya kita nggak kenal
semua hal tentang formal.
"Tidak seperti waktu TK dimana jika melihat sebuah alat sederhana
kita berpikir 'how it works ?', sekarang kita justru berpikir 'how it
use ?' "
Jumat, 22 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Posting Komentar