BREAKING NEWS

Jumat, 22 Agustus 2014

Se-kolah

Ada dari kalian yang nggak pernah ngerasain alam sekolah ? Kasihan, udah gapapa kok. Emang susah kok nyari TK buat anak yang udah maenan blog. Buat yang belum pernah, aku saranin gausah baca. Daripada kalian tidur telanjang ditengah jalan karena ga ngerti.

Yap, sekolah. Sebuah kata yang ga asing bagi setiap orang. Banyak hal yang didapat dari sekolah. Mulai dari pelajaran, kenalan sama guru cantik, sampai kenalan dengan berbagai macam orang absurd. Tapi selain sisi bahagianya, sisi buruknya juga sebanding.

Pertama TK. TK sekarang udah canggih, sob. Masuknya aja udah pake berbagai macam syarat. Pernah dulu aku nemenin saudara yang nganterin anaknya buat daftar TK. Dan ternyata sebelum masuk TK, itu anak udah harus bisa mengerti abjad, huruf, dan bahkan membaca. Kasihan banget, mereka dipaksa berbuat yang belum waktunya. Waktu yang seharusnya digunakan bermain, malah ditekan seperti itu. Aku takut mereka bakal bermain-main pada waktu dia menjabat sebagai petinggi. Seperti petinggi-petinggi negara kita ini.

SD. Di SD juga ga jauh beda. Tapi disini masih menyenangkan. Anak-anak SD sekarang juga udah pada keren. Bayangin aja, udah bawabawa BB, jajan Mr. Burger, Dijemput pake mobil mewah ortunya. Subur bener deh hidupnya. Bayangin aku dulu, uang saku ga seberapa. Istirahat cuma beli sejenis permen coklat apa itu, lupa namanya. Dengan harga ga lebih dari 500. HP juga gabisa buat nyimpen bokep. Dijemput juga pake antar jemput yang melupakan Hak Asasi Penumpangnya. Iya, itu adalah mobil Toyota Hitachi yang dimodif sedemikian rupa sehingga full tempat duduk. Dan satu mobil bisa diisi lebih dari 20 anak. Terlebih kalau sabtu, bisa meningkat 2x lipat. Sang Sopir jugak melatih para penumpangnya agar bisa kerjasama dengan baik. Jadi gini, karena mobil yang overload memungkinkan dia tertangkap oleh polisi. Maka setiap ada polisi, dia tinggal teriak "Polisi !!" dan secepat kilat, para penumpang menutup semua jendela dengan rapi agar tak terlihat. Great job !!

SMP dan SMA
Aku sengaja nyatuin jenjang ini, karena menurutku hal ini hampir sama. Kita sudah mulai berpikir, buat apa kita sekolah ? Buat apa kita belajar IPA ataupun IPS ? Apakah hal ini mempengaruhi hidup kalian kelak ? Setelah berpikir lama, aku jadi ngerti. Memang ga ada pengaruhnya jika dilihat dari sudut pandang pelajaran. Tapi bagi sudut pandang "Pembentukan Karakter", mereka sangat banyak mempengaruhi.

Aku emang masih terlalu muda, tapi aku cuma nyampaiin yang ada di pikiranku, pendapatku. Mulai SMP kemarin, aku mulai mengenal istilah "Remidi". Yaitu batas nilai dimana kita dikatakan "tuntas". Yap, NILAI ANGKA. Kita dipaksa melalui angka itu. Semakin naik level kita, semakin besar tuntutan yang diberikan. Awalnya ringan kalau hanya melalui itu, tapi lama-lama semakin berat. Kemarin, kalau di rapor tidak tuntas 3, maka tidak naik kelas. Sekarang, jika yang remidi di rapot adalah 1 dan merupakan Mapel Utama, maka tidak naik kelas.

Hal ini membuat sebagian murid mengalami frustasi. Kami sadar, jika yang kami butuhkan hanyalah "Angka Akhir". Kami sadar, jika yang dihitung adalah "Angka Akhir". Jadi salahkah kami melakukan berbagai cara termasuk cara yang tidak baik untuk mendapatkan "Angka Akhir" ? Sebagian besar murid, terbawa oleh nafsunya untuk mendapat hasil maksimal, namun dengan cara mudah. Mencontek, Njaplak, itupun sekarang menjadi hal yang lumrah. Bukan tanpa sebab sebagian besar murid melakukannya, mereka melakukan karena materi yang terlalu banyak.

Bapak Ibu guru merasa jika materi yang disampaikannya mudah, seperti menutup mata sama kenyataan yang ada. Beliau banyak yang berpendapat "Kalau Kamu Rajin, Pasti Bisa", mereka membandingkan semua itu dengan zaman mereka masih seusia kami. Tapi kenyataannya, zaman sekarang dan zaman beliau sekolah itu sangat jauh perbedaannya. Godaan yang diterima jauh lebih berat kami. Kami mengenal internet, yaitu pedang bermata dua. Kami mengenal Smartphone, yaitu alat penggoda kecil.

Dengan alasan "Itu buktinya, dia bisa tetap mendapat nilai bagus". Ya memang, tapi apakah semua murid seperti itu ? Berapa perbandingan antara murid yang seperti itu dengan yang tidak ? Setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing. Jadi, jika beliau meminta kami baik dalam segala bidang, itu bukanlah hal yang mudah. Cara curang menjadi kebutuhan. Kami dipaksa memilih, curang dan sukses atau jujur dan gagal di nilai sekolah. Siksaan di akhirat atau siksaan di dunia.


Sekian,
lalu aku paling benci jika ada orang yang sukses namun tidak sekolah dan dia mencemooh pendidikan formal. Mereka sangat sombong, seolah kesuksesan mereka bukan pemberian tuhan.

Mosquitos War

The Nyamuk Hunter adalah sebuah tim, yang mendedikasikan dirinya untuk melawan Nyamuk, atau Mosquito, atau apalah itu. Sebuah serangga dengan jarum di mulutnya. Kasian sekali dia. Andai dia pengen makan nasi goreng, bagaimana caranya. Oke apapun penderitaannya, kami tak peduli. Mereka adalah bandit-bandit nano yang mengganggu jalannya proses istirahat manusia. Mereka harus dibasmi, untuk mengembalikan kedamaian dunia.
Kami memiliki berbagai macam senjata yang siap digunakan untuk bertempur. Dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangan. Kami adalah S.W.A.T. T.D.M yaitu Special Weapon and Technical to Destroy Mosquito. Kami bertempur pada malam hari, dan pada siang harinya kami mempersiapkan semua alat.
Berikut adalah peralatan kami :
1. Shinyokuzen
Ini adalah sebuah raket nyamuk, yang didesain khusus untuk Komandan Utama dalam peperangan ini. Hanya seorang Komandan Utama lah yang bisa mengendalikan Shinyokuzen ini, karena kekuatan yang begitu besar dan bobot yang besar pula. Sehingga tidak sembarangan orang bisa mengendalikannya. Shinyokuzen terkenal dengan membunuh korbannya tanpa tersisa jasadnya. Ya, seupil nyamuk yang terkena tebasannya langsung hilang dalam sekali lecutan listrik karena powernya yang dahsyat. Shinyokuzen sendiri adalah top scorer dalam membunuh nyamuk saat ini.
Raket ini terbuat dari batu meteor yang berhasil ditemukan oleh sang Komandan Utama. Kemudian dengan keringatnya sendiri sang Komandan membuat raket ini. Butuh berhari-hari untuk membuat raket ini mengandung Soul. Soul sendiri adalah sesuatu yang memberi karakter dalam setiap raket. Tanpa Soul, sebuah raket tak ada bedanya dengan yang dijual di Luwes.
Shinyokuzen : Power 5/5 ; Bobot : 1/5 ; Ketahanan : 5/5


2. Razorarms
Raket ini didesain khusus juga untuk Komandan Pasukan Jarak Dekat. Raket ini juga hanya bisa dikendalikan oleh Komandan Pasukan Jarak Dekat. Kelebihan dari raket ini ada pada power dan bobotnya. Memang power dari raket ini tidak sebesar Shinyokuzen. Namun bobot pada raket ini jauh dibawah Shinyokuzen. Sehingga memungkinkan sang komandan pasukan untuk bergerak lebih lincah dalam pertempuran.

Raket ini terbuat dari Titanium. Sehingga menghasilkan sebuah raket yang ringan dan kuat. Namun, tingkat ketahanan raket ini sangat rendah, karena hanya terdapat sumber power internal. Sehingga dalam peperangan, sang komandan pasukan membawa 2 Razorarms. Dalam keadaan tak terpakai, Razorarms dijaga oleh seekor harimau putih. Hanya sang komandan pasukan yang mampu mengambil Razorarms ini dari tempat penyimpanannya.
Razorarms : Power 4/5; Bobot 4/5; Ketahanan 2/5
Penjaga Razorarms

3. Toyosaki
Raket ini adalah Toyosaki. Raket ini digunakan oleh para pasukan tempur. Siapapun bisa menggunakan raket ini hanya dengan latihan beberapa hari. Keunggulan raket ini ada pada bobot dan ketahanannya.
Raket ini terbuat dari plastik. Dan raket ini bisa dibeli di Luwes dengan harga 25 ribu. Jika dibandingkan dengan Shinyokuzen dan Razorarms, raket ini jauh dibawah mereka. Karena power yang dihasilkan hanya membuat musuh mati dan menyisakan Jasad. Terkadang musuh yang kuat hanya pingsan jika terkena sabetan dari raket ini. Inilah contoh raket tanpa mengandung Soul. Terdapat di toko-toko terdekat.

Toyosaki : Power 2/5; Bobot 5/5; Ketahanan 3/5


4. Senjata Khusus Pasukan Jarak Jauh
Ini adalah senjata khusus milik pasukan jarak jauh. Berbentuk kaleng dan mengandung aerosol berisi racun biologis. Racun ini sangat berbahaya bagi nyamuk. Seupil nyamuk apabila menghirup racun dari senjata ini akan mengalami penuaan dini. Sehingga apabila terkena pasukan nyamuk muda, mereka akan terbang dengan tidak lincah. Dan apabila terkena nyamuk tua, maka mereka akan segera mati.

Racun ini dibuat oleh 7 Pakar Nyamuk dari berbagai negara, baik dunia maupun akhirat. Tidak mau kalah oleh Sunsilk yang dibuat oleh pakar rambut dari berbagai negara.
Senjata Biologis Pasukan Jarak Jauh
 5. Body Protector
Memang, tidak terlihat seperti body protector milik tim S.W.A.T ataupun Densus 88. Namun, benda ini sangat canggih. Berbentuk cair, apabila zat ini menyentuh kulit anda, maka akan membentuk suatu pelindung yang hebat yang tak kasat mata. Sehingga para musuh pun tidak menduga anda menggunakan pelindung. Namun bukan berarti kami telanjang bulat hanya pakai zat ini dalam peperangan. Kami juga menutup aurat, karena itu adalah perintah agama.
Body Protector

Beberapa senjata yang kami kenalkan

Beberapa korban perang yang kami temukan jasadnya

masih banyak senjata lain yang kami gunakan. Namun kami juga tidak selalu menggunakan senjata. Dalam keadaan tertentu, kami menggunakan tangan kosong dalam menghadapi musuh. Seperti apabila kami tidak membawa apa-apa dan bertemu musuh di jalan, kami hadapi semuanya dengan mudah.
Sekian perkenalan awal dari kami, tunggu kelanjutan kisah kami. 
Atau dalam istilah sinetron dikenal dengan : BERSAMBUNG...

Resmi ?

Kali ini aku bakal nyampein pikiranku tentang "Perilaku Formal". Yep, sebuah perilaku yang banyak banget orang yang terpengaruh buat ngejalaninnya.

Kalau kata sebuah website yang gatau siapa yang bikin, dan ga penting juga buat tau. Formal itu berarti resmi. Ada juga yang bilang, formal itu sesuai dengan adat-adat yang berlaku. Tapi yang jadi ganjelan dihati ini adalah,"Buat apa sih kita harus bertindak formal ?"

Bosen banget loh kalau kita berkutat di sebuah lingkungan yang terlalu formal. Bayangin aja, semua macem udah ada skenarionya. Percakapan yang terjadi itu penuh dengan kedataran yang makin memperbosan suasana. Apalagi kata-kata yang digunain. Bah, ribet banget.

Contoh yang aku alamin di masa kuliah ini misalnya di sebuah Presentasi dari sebuah kelompok yang lagi sial ditugasin buat maju oleh dosen yang sebenernya males ngajar namun menutupinya dengan ucapan modus "Biar kalian belajar aktif". Fak.-_- "We have no power here.."

Yang ngebosenin saat ini dari sebuah presentasi formal ala mahasiswa misalnya "Cerita yang dimasukin seutuhnya ke layar". Kadang ga habis pikir, dapet cara darimana masukin sebuah cerita panjang ke sebuah layar presentasi yang lazimnya cuma bisa menampung beberapa kata. Bener kata dosen PPKn (Namanya bukan PPKn sih, tapi apa gitu. Bodo amat, isinya sama aja) barusan,"It's powerPOINT. Not powerSENTENCE." yep, Poin. Bukan cerita. Selain itu, yang makin ngebosenin adalah pemilihan kata yang digunakan. Parah abis, sering banget di tengah presentasi itu terjadi percakapan :
Pembicara : "Implementasinya sangat sulit.."
Aku          : "Sob, Implementasi apaan ?"
Sebelah     : "Umm, itu gimana ya. Kayak penerapan gitu lah."
Pembicara : "Menurut permen nomer.."
Aku          : "Permen kok diturutin sih ? Bego ya dia ?"
Sebelah     : "Peraturan Menteri -_-"

Apa sih sebenernya enaknya pake kata-kata yang ga lazim macem gitu ? Daripada ngomong Implementasi, kenapa nggak ngomong "Penerapan". Itu lebih simpel dan lebih merasuk dihati. Kapan negeri ini bisa maju, kalau hal-hal yang sebenernya mudah aja dipersulit kayak gini ? Emang sih kata Implementasi berkesan Shopisticated, Amazing, dan Luxury banget. Tapi sejak Vicky Prasetyo muncul, denger kayak gitu tuh jadi kebayang wajahnya dan cara ngomongnya yang memicu anak TK aisyiah demonstrasi teatrikal longmarch dan bakar ban.

Selain itu, banyak juga perilaku sehari-hari orang kebanyakan yang datar banget. Misalnya cara turun tangga. Dulu waktu SD, turun tangga itu sesuatu yang menyenangkan karena kita bisa seluncuran di pegangan tangga. Dulu rame-rame banyak temennya yang ngelakuin itu. Itu asik banget. Beranjak SMP, hanya beberapa orang pilihan yang melakukannya. SMA, karena tangganya nggak ada pegangannya, jdi gapernah. Dan kuliah ini, cuma aku sendiri.. sedih.

Orang-orang lebih milih jalan di tangga biasa. Padahal kata iklan susu orang tua, dengkul tuh dapet beban 10x beban tubuh kalau lagi nurunin tangga. Bayangin kalau bobotmu 100kg, tuh dengkul nerima 1 ton. Ancur-ancur deh. Apa asiknya coba, turun tangga datar bgt rasanya. Mikirin masalah-masalah, galau, capek. Mending seluncuran di pegangan tangga, sejenak ngelupain masalah, sejenak menyenangkan otak kita. Sekali lagi, formal itu mempersulit hal yang sebenernya mudah dan menyenangkan.

Ada juga masalah Hujan-Hujanan. Kebanyakan orang itu menghindari yang namanya "Kehujanan". Apalagi yang namanya kubangan air. Entah kenapa semua pada ngehindarin hal ini. Apa sih yang ditakutin ? Sepatu basah ? Celana basah ? Pikirin lagi deh, itu ga ada apa-apanya dibanding kamu nyiptain sebuah cipratan spektakuler dengan ngebut menerjang kubangan itu. Buat apa kamu ngelawan alam disaat kamu bisa bersenang-senang dengannya..

Sering sih, kalau ada hujan badai. Aku sama adik yang ga kalah begonya ini keluar rumah boncengan pake motor buat berburu genangan air. Disaat hujan lebat, orang-orang pada pengen dirumah aja, kita keluar buat liat pemandangan yang ga bisa dilihat kalau suasana cerah. Ngelewatin genangan yang bikin knalpot kelelep, ngeliatin pohon-pohon yang tumbang dijalan, berusaha bikin cipratan yang spektakuler. Dan orang-orang lebih milih tidur di rumah dibanding ngalamin semua ini ? Itu bego.

Mungkin banyak yang menganggap, perilaku total formal ini sebagai syarat untuk seseorang menjadi Dewasa. Menurutku, itu nggak lebih dari sebuah gengsi. Kita seperti diarahkan perlahan untuk bersifat kaku seperti ini, full of gengsi, dan mengedepankan apa persepsi orang lain terhadap diri kita. Sadar nggak sih efeknya apaan ? Bayangin deh, gimana bedanya sifat kreatifitas dan keingintahuan kita sekarang dibanding waktu TK ? Yep, perilaku formal ini perlahan mengikis kreatifitas dan keingintahuan kita. Kalau kamu berpikir kalau kamu masih kreatif, maka seharusnya kamu bisa lebih kreatif dari itu seandainya kita nggak kenal semua hal tentang formal.

"Tidak seperti waktu TK dimana jika melihat sebuah alat sederhana kita berpikir 'how it works ?', sekarang kita justru berpikir 'how it use ?' "

Pilah Pilih Pilu Pemilu

 Inilah waktunya kita memilih...


"Awasi prosesnya... datang pilih coblos celup, semua demi mimpi untuk Indonesia satuu.." duung dudiing ding dididingding..

Buat kalian yang sering banget mantengin kompas TV, mesti ga asing lagi sama lagu itu. Yep, itu lagu yang jadi soundtrack iklan pemilu. Jadi ceritanya iklan itu ngajak kita buat ikutan berpartisipasi dalam pemilu. Di video klipnya sendiri, ada banyak orang dari semua kalangan ngungkapin kegembiraannya atas adanya pemilu. Mereka semua keliatan girang banget sob, lebih girang daripada dapet pacar seorang artis..

Tapi masalahnya, yang jadi ikon utama dalam videoklip tersebut adalah seorang pria dewasa yang joget dan jalan-jalan keliling kota dengan kepala yang berbentuk mic raksasa ! Ini memang terlihat tidak masalah tampil di dalam videoklip itu. Tapi bayangin aja kalau kalian lagi naik motor sendirian di jalan pelosok yang gelap gulita hanya ada lampu motor kalian, tiba-tiba sayup-sayup terdengar jingle soundtrack diatas. Mungkin awalnya kalian akan bersenandung girang, namun tiba-tiba motor kalian terasa berat dan saat kalian melihat spion tampak sesosok pria dengan kepala yang digantikan oleh mic raksasa duduk di jok belakang... Horor abis.

Terlepas dari itu semua, kita semua tau kan bakal ada event apa di 9 April besok ? Bukan, bukan kangenband yang bakal tampil di MTV World Stage. Bukan juga Momo geisha yang bakalan nyatain cinta ke aku. "Sorry, Mo. Hatiku udah ada yang memiliki, dan itu bukan kamu." | "Kuingin kau tau isi hatikuu, kaulah yang terakhir dalam hidupku.." | "Bodo amat, Mo."

Nggak ! Bukan semua itu. Yang bakalan terjadi besok 9 April adalah PEMILU ! Yep, PEMILihan Umum. Seperti yang udah diajarin guru-guru PPKn kita dari SD, pemilu itu adalah cara yang bakal digunain Indonesia untuk menentukan siapa yang bakalan jadi Wakil Rakyat dan Pemimpin Rakyat. Ini adalah suatu cara dimana kita memilih orang-orang yang menawarkan dirinya untuk menjadi Wakil dan Pemimpin Rakyat. Tentu itu bagian dari demokrasi.

Emang sih, aku juga kurang sreg ama cara ginian dimana suara terbanyak bakal menang. Tapi mau gimana lagi, ini adalah satu-satunya cara yang menurutku terbaik buat diterapkan. Masak iya harus diskusi ? 250 Juta rakyat Indonesia ga mungkin diskusi nentuin siapa presidennya via skype ? Nggak semua rakyat bakalan sempet ikut diskusi, seperti Momo yang lagi nangis gara-gara ditolak orang yang rendah hatinya luar biasa..

Di Pemilu ini, aturan mainnya udah jelas. Ada orang yang mengajukan diri, dan kita sebagai rakyat yang berhak tinggal milih siapa yang menurut kita cocok. Simpel sih, tapi ga sesimpel itu. Seperti kuliah perencanaan kota, awalnya sih cuma bilang "Kita cuma ngerencanain kota yang bagus." tapi prakteknya masih penuh dengan ilmu-ilmu yang kadang ga kepikiran kenapa itu ilmu harus dipelajarin.

Jadi, kita disini bukan asal milih. Kita harus nentuin pilihan itu bener-bener, harus matang-matang banget lah pokoknya. Kenapa sih harus gitu ? KARENA KITA GENERASI MUDA !! Jadi gini ilustrasinya :


Ada 3 orang caleg. Bilang aja namanya Gogor, Ghani, Ghavi (semua nama samaran). Gogor dan Ghani ini adalah caleg yang punya duit banyak dan berkeinginan untuk menambah lagi jumlah duit di rekening mereka dengan cara apapun. Sementara Ghavi, dia adalah caleg yang hidup sederhana, ramah, dan berkeinginan untuk memperbaiki kehidupan daerahnya. Mereka bertiga sama-sama berasal dari daerah pemilihan yang sama. Dan kuota kursi 2 orang.
Gogor dan Ghani karena punya duit banyak, mereka datang ke pedesaan dan menemui orang-orang tua yang tidak berpikiran luas. Mereka memberikan tiap-tiap orang itu uang 100rb apabila mereka memilih Gogor dan Ghani untuk menjadi Wakil Rakyat mereka. Tentu saja mereka semua mau melakukannya, karena pikiran mereka yang tidak luas.
Lain halnya dengan Ghavi. Dia tidak melakukan cara seperti itu. Dia memilih untuk kerja aktif membantu warga-warga di daerahnya dengan tulus. Hal ini sudah dilakukannya daridulu jauh sebelum dia memutuskan menjadi caleg. Dan dia aktif di berbagai organisasi kemanusiaan. 
 Lalu dimana pentingnya kita ?

Jadi gini, seandainya kita kaum muda apalagi mahasiswa yang berpikiran lebih luas daripada kaum tua tidak peduli akan Pemilu. Maka yang terjadi adalah, Gogor dan Ghani akan lolos dengan mudah menjadi Wakil Rakyat. Dan seperti yang sudah ditebak, rekening mereka bakalan makin banyak dan daerah yang seharusnya maju justru makin terpuruk. Mengenaskan..

Lain halnya kalau kita peduli, aktif. Kita akan memilih Ghavi dan akhirnya kursi yang terisi adalah Gogor dan Ghavi. Memang kita tidak meniadakan bersih suatu tindak korupsi. Namun langkah kecil yang kita lakukan kali ini bakalan nyelametin kurang lebih separuh uang rakyat yang berpotensi hilang tanpa jejak.

Terus gimana kita nentuin pilihan yang tepat ?

Kita bisa nentuin pilihan yang tepat, asal kita minat buat KEPO. Itu bahasa yang udah lumrah diucapin seseorang yang ngebet banget pengen tau apapun tentang suatu hal. Jadi, saran dari aku sih sebelum nentuin pilihan itu sebaiknya kita ngepoin dulu apapun tentang orang-orang yang ngajuin diri buat jadi pemimpin itu. Bisa dari internet, bisa lewat kampanye yang diomongin, atau liat poster-poster yang dia sebarin.

Sebenernya lebih asik sih kalau website www.kpu.go.id nampilin biodata lengkap para caleg. Nggak lengkap gapapa sih, yang penting dijabarin apa aja riwayat hidupnya dia, riwayat organisasi atau apalah gitu. Disana malah yang ditampilin cuma partai, nama, nomer, ama fotonya doang. Gimana kita bisa tau gampang mana orang yang tepat, nggak semua orang dikaruniai kekuatan supranatural dimana ngeliat foto seseorang langsung dipikiran tampak kualitasnya.

Kalau udah kepo, kita pikirin secara logis. Pantes ga tuh orang kita pilih, terus kita bayangin seandainya dia ntar jadi wakil rakyat bakalan gimana. Jadi disini sih saran aku juga, pilih orangnya jangan pilih partainya. Jangan terlalu kemakan media yang memberikan persepsi negatif di tiap partai. Bisa aja seseorang yang sebenarnya hebat namun berada di partai yang terlalu dijatuhkan oleh media, dan kita tidak jadi memilihnya hanya karena partainya. Inget KEPOin dulu orangnya !

Ribet banget, mending golput aja deh. Pusing.

Itu statement yang aku denger dari sebagian anak muda. Inget baik-baik kasus cerita di atas. Gogor dan Ghani bakalan berkuasa ketika kalian memilih untuk tidak peduli. Dan langsung atau tidak, kalian bakalan terkena dampaknya. Karma berlaku bro..

Lagian ruginya dobel. Pertama, korupsi bakalan meningkat tajam. Kedua, duit rakyat kebuang sia-sia buat ngadain suatu pemilu yang ga semuanya ikut. Jadi, mending kalian milih asal deh daripada golput. Mending asal milih, itu ada peluang buat milih yang bagus dibanding nggak milih sama sekali.

Buat Cowok, jangan mau sama cewek yang golput. Dia direpotin dikit buat masa depan yang lebih baik aja gamau. Apalagi besok dia ngurusin rumah, gamau repot dia. Bakalan nyewa pembantu, dan sekali lagi ngebebanin cowoknya yang nyari duit susah-susah malah buat pembantu. Mana pembantunya yang spesialis lagi, spesialis nyuci, spesialis masak, spesialis nyetrika, spesialis gosip.

Buat Cewek, jangan mau sama cowok yang golput. Dia ribet dikit juga gamau. Besok dia juga bakalan males banget nyari duit banyak-banyak. Paling ngepol yang penting bisa buat makan. Ga bakalan mau dia ntar buat beliin kalian para cewek ducati, pajero, villa mewah. Repot, buat apa, yang penting makan aja cukup.
 
Back To Top
Copyright © 2014 The Bax-One cyber. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates